Grand Media – UU Pemilu kini telah disahkan melalui rapat paripurna di DPR. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut bahwa pemerintah memang ingin adanya konsistensi, terutama dengan presidential threshold.

Konsistensi yang dimaksud Jusuf Kalla yaitu penggunaan ambang batas presidential threshold (PT) sebesar 20% yang digunakan pada pemilu sebelumnya.

Sekarang pertanyaannya adalah apa itu pengertian presidential threshold ?

Berikut ini dilansir dari laman detik.com pengertian Presidential Threshold dan Parliamentary Threshold.

1. Presidential threshold: 20-25 Persen

Pengertian Presidential threshold adalah ambang batas bagi partai politik atau gabungan partai politik untuk mengajukan calon presiden atau wakil presiden. Maksud presidential threshold 20-25% adalah parpol atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen jumlah kursi di DPR dan/atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya.

Ambang batas itulah yang akan dijadikan syarat untuk mengajukan calon presiden pada pemilu misal seperti untuk Pilpres 2019. Seperti yang telah dipaparkan ditas bahwa pemerintah mengusulkan presidential threshold, yaitu 20% perolehan kursi atau sebanyak 25% perolehan suara nasional. Perlu dicatat bahwa syarat pilpres 2019 menggunakan ambang batas pemilu tahun 2014.

2. Parliamentary Threshold: 4 Persen

Parliamentary threshold adalah ambang batas perolehan suara partai politik untuk bisa masuk ke parlemen. Ini berarti parpol minimal harus mendapat 4 persen suara untuk kadernya bisa duduk sebagai anggota Dewan.

Itulah Pengertian Presidential threshold dan Pengertian Parliamentary Threshold. Semoga artikel ini bermanfaat.