Di lingkungan masyarakat kerap kali kita mendengar istilah minyak tanah, , petroleum, minyak bumi, bahan bakar minyak (BBM), dan minyak mentah. Apakah masyarakat yang tidak tahu atau memang informasi yang disampaikan pada awalnya sudah salah? Bagaimana menurut anda? Istilah mana yang lebih tepat?

Petroleum berasal dari kata petra yang berarti batuan, dan oleum yang berarti minyak. Maka secara kosa kata petroleum berarti minyak batuan, dengan kata lain berarti minyak yang berada dalam batuan. Namun demikian istilah minyak bumi lebih masuk akal, dan diartikan sebagai minyak yang terdapat di dalam perut bumi. Bumi adalah bagian dari alam, bolehkah kita menyebutnya minyak alam? Tampaknya masyarakat sudah terbiasa dengan istilah minyak bumi. Manakah yang lebih umum digunakan dan nyaman di telinga, minyak bumi, minyak batuan, atau mungkin minyak alam? Bagaimana menurut anda?

Dewasa ini tanpa kita sadari kehidupan kita tidak luput dari minyak bumi, mengapa? Pernahkah and berpikir darimana asal plastic, PVC, Tupperware yang digunakan untuk perabotan rumah tangga? Itu merupakan hasil dari pengolahan sisa minyak bumi. Bukan hanya itu, minyak bumi juga sangat berperan penting dalam pencaturan politik dunia bahkan dapat menggoncangkan perekonomian sebuah Negara bahkan dunia. Bagaimana menurut anda?

Sekarang timbul pertanyaan, bagaimana cara mencari minyak bumi??? Mencari minyak bumi tentu tidak semudah mencari pokemon dalam pokemon go, harus kita pahami proses terbentuknya dan lokasi-lokasi dimana kemungkinan  ia berada. Syarat terbentuknya minyak bumi dalam ilmu geologi dikenal sebagai petroleum system antara lain:

  • Source Rock (Batuan sumber)
  • Reservoir Rock
  • Seal / Cap Rock
  • Trap
  • Migrasi
  1. Source rock

Batuan sumber atau batuan induk merupakan batuan yang akan, sedang, telah atau pernah menghasilkan hidrokarbon. Batuan induk biasanya memiliki kriteria sebagai berikut: berbutir halus, batuan sedimen, mengandung organic matter, warna gelap.

Contoh:

  • Batulempung / clay
  • Napal / Marl
  • Batulanau / Silt
  • Serpih / Shale
  • Mudstone / batulumpur
  1. Reservoir Rock

Reservoir merupakan wadah dimana minyak tertampung di alam, minyak mengisi pori-poro dan rongga rongga batuan. Batuan dapat menjadi reservoir apabila memiliki porositas dan permeabilitas, porositas merupakan rongga rongga pada batuan, batuan yang memiliki banyak rongga disebut porous akan tetapi belum tentu permeable. Permeabilitas yaitu kemampuan suatu batuan untuk memindahkan dan mengalirkan cairan dalam hal ini yaitu minyak bumi. Batuan yang memiliki banyak pori belum tentu permeable apabila rongga –  rongga atau pori pori pada batuan tersebut tidak saling berhubungan. Biasanya batuan yang berperan sebagai reservoir rock yaitu batupasir, konglomerat.

  1. Cap rock

Cap rock merupakan batuan penghalang yang tidak memiliki porositas dan permeabilitas (impervipious), memungkinkan minyak tidak menyebar dan hanya berada pada jalurnya, contoh batuan yang berperan sebagai cap rock dan umum dijumpai dilapangan yaitu batulempung dan serpih.

  1. Trap

Trap atau perangkap merupakan unsur yang sangat penting dalam petroleum system karena disinilah minyak berkumpul dan terjebak sehingga dapat di eksploitasi. Ada beberapa macam perangkap minyak bumi antara lain:

  • Perangkap lipatan
  • Perangkap patahan
  • Perangkap kubah garam
  • Perangkap stratigrafi
  • Perangkap kombinasi
  1. Migrasi

Migrasi merupakan tahapan yang sangat penting, ada dua tipe migrasi yaitu migrasi primer dan migrasi sekunder. Migrasi primer yaitu berpindahnya hidrokarbon dalam hal ini minyak bumi dari bataun sumber (source rock) menuju ke batuan reservoir (reservoir rock). Migrasi sekunder yaitu berpindahnya atau mengalirnya minyak bumi menuju tempat akumulasi atau menuju trap hidrokarbon. Sebelum terjadi migrasi terjadi pematangan minyak bumi, pematangan terjadi pada batuan induk (source rock) yang memiliki banyak organic matter. Setelah matang dalam jangka waktu tertentu, tentunya waktu geologi (jutaan tahun) barulah terjadi migrasi.

Baca Juga :

Timbul pertanyaan, bagaimana cara menentukan keberadaan minyak di alam?

Untuk menentukan keberadaan minyak bumi tentunya harus mengkaji keadaan geologi regional terutama cekungan geologi yang di anggap potensial, setelah itu dilakukan pemotretan dari udara untuk dilakukan penginderaan jarak jauh (remote sensing), kemudian dilakukan pemetaan permukaan, selanjutnya survey geofisika, yang setelah itu dilakukan pemodelan keadaan bawah permukaan. Setelah dirasa cukup baru dikaji lebih dalam dengan pemetaan detail pada daerah yang di tentukan dengan sekala peta  1: 25.000 (umumnya), tujuan survey detail yaitu: menetapkan adanya tutupan, luasan besar kecilnya tutupan secara areal ataupun secara vertikal, menentukan bentuk perangkap lebih teliti.

Hasil dari survey detail dapat dimanfaatkan untuk menentukan titik lokasi pemboran eksplorasi. Interperetasi berikutnya dapat dipergunakan sebagai salah satu pertimbangn dalam mempertimbangkan jumlah volume minyak yang diharapkan secara maksimal, menentukan kedalaman obyektif lapisan reservoir yang diperkirakan menghasilkan minyak bumi.

Sebelum bisa kita nikmati hasilnya, minyak bumi telah mengalami perjalanan panjang, dan pencariannya tidak semudah mencari pokemon, karena berkaitan dengan dana, politik, bahkan menimbulkan konflik. Bagaimana menurut anda?