GrandMedia – Ditujukan untuk kamu yang saat ini sedang dimabuk asmara, kamu yang saat ini sedang gembira, kamu yang saat ini sedang  gundah, resah, takut, bimbang, namun tak urung pergi karena masih menyimpan harapan. Harapan kosong yang dikemas dengan obrolan-obrolan hebat tentang masa depan.

Rasa kagum, khawatir, kecewa, senang, sedih, susah, bangga campur aduk menjadi satu,  membentuk opini klasik yang kerap kali dilontarkan oleh sepasang kekasih “Inilah kisahku dengan si dia, indah dan penuh harapan”.

Perjalanan kisah cinta memang menjadi cerita indah tersendiri bagi yang menjalaninya. Semakin lama kisah cinta tersebut berlangsung, maka semakin besar pula rasa bahagia yang tertanam,  atau sebaliknya sakit, kecewa dan menyesal. Namun biasanya sakit, kecewa dan penyesalan tersebut akan hilang begitu saja ditepis oleh opini klasik yang mengatakan “Sayang kalau diakhiri, karena ada banyak hal indah yang sudah terlewati”.

Hal indah seperti apa ? Seks ? Aroma Keringat ? Aroma Nafas ? Senyuman ? Bercumbu ? Kebersamaan ?

Canda tawa ? Rencana-rencana indah ? Perlakuan Kasar ? Atau apa ?

Itu semua hanya efek waktu saja, karena terlalu lama bersama membuat mata hati menjadi buta. Buta untuk melihat hal buruk yang pernah terjadi dan menutup hal baik lainnya yang tidak kita dapatkan. Atau mungkin kamu berpikir keburukan-keburukan itu berharap bisa diperbaiki.

Karena ada istilah sayang maka rubahlah, karena cinta maka jangan menyerah. Manusia itu tidak ada yang sempurna. Tempat segala luput atau dosa, maka maafkanlah. Seperti itu ? Atau gimana ?

Pikiran merasa sempit, semakin menyulit. Logika dan nalar sementara itu tidak berpihak pada solusi sehat. Hanya berpikir cuma dia yang sayang, Cuma dia yang paling penting, Cuma dia orang yang seperti dia, sudah terlanjur cinta, keluaga sudah dekat, sudah terbiasa dengan dia atau lebih parahnya lagi takut tidak ada lagi penggantinya.

Alasan seperti itukah yang membuat kamu bertahan dan dibanggakan ?

Kalau itu bukan cinta terus apa ? Kalau itu bukan sayang, kenapa sulit untuk ditinggalkan ?

Berikut ini 3 kesalahan fatal seorang wanita mempertahankan hubungan.

  1. Udah Berhubungan Seks ? Jadi Cinta.

Bagi yang sudah terbiasa melakukan ini, mungkin tidak masalah. Bisa lepas dan pergi kapan saja dia mau. Karena Seks baginya hanyalah sebuah kesenangan saja, bukan perihal keterikatan rasa. Tipikal orang-orang seperti ini cukup baik jika dilihat dari sudut pandang tulisan ini. Namun dari sudut pandang Agama, jelas hal ini adalah sesuatu yang buruk.  Terserah dari sisi mana kamu ingin melihat.

Tapi tidak sedikit wanita yang sulit lepas, sulit pergi dan sulit memutuskan karena persoalan Seks. Sebetulnya hal semacam ini sudah banyak dibahas di berbagai forum, situs online,  bahwa seks membuat wanita cenderung merasa terikat dengan hormon otosinnya, sebab itu lahirlah perasaan empati, percaya, sayang dan menciptakan ikatan rasa yang mungkin cukup kuat untuk dilepaskan. Berbeda dengan Pria, orgasme pria hanya menghasilkan hormone dopamin. Hormon dopamin itulah yang membuat si Pria kecanduan untuk melakukan kepuasan serupa.

Bagi kamu yang masuk dalam kategori sulit lepas, sulit pergi dan sulit untuk memutuskan. Sekarang renungkanlah. Seks diluar nikah tidaklah sekeren apa yang dipikirkan, tidak seindah apa yang dibayangkan. Mungkin aroma nafasnya sulit untuk dilupakan, kenangan berkeringat bersama sulit untuk dilepas begitu saja. Ini semacam bius yang membuatmu lebih percaya, sayang dan cinta namun dapat hilang sekejap mata.

Karena Seks bukanlah tolak ukur dalam sebuah hubungan maka lepaskan, putuskan dan tinggalkan dia. Memang,  ini tidak semudah yang dibayangkan. Tapi percayalah akan lebih mudah dan lebih indah jika Kamu punya niat untuk mengembangkan diri, mandiri dan memikirkan karir tanpa harus bergantung terhadap hal semacam ini.

Lambat laun pun pikiranmu pasti akan terbuka, Kamu akan lebih cerdas untuk memilah satu kesempatan yang lebih baik dan cerah. Gapai masa depan dengan kemampuanmu tanpa bergantung pada rencana indah pasangan. Itu jauh lebih menjanjikan.

  1. Rencana-rencana Indah

Dia yang menghargaimu adalah dia yang lebih sering berbagi ilmu dan mengajakmu berpikir untuk membangun sama depan, membahas prosesnya, lalu melibatkanmu  terhadap hal yang menurutnya penting. Bukan dia yang selalu mengiming-imingimu dengan segudang rencana indah.

Percayalah hal semacam itu akan cepat berlalu. Yang tersisa hanya serangkaian kata yang bisa Kamu temukan dimana saja.

  1. Super Egois dan Berkata Kasar

Masih banyak wanita yang mempertahankan hubungannya. Meski tau si Pria itu super egois dan suka berbicara kasar bahkan bertindak kasar. Entah apa alasannya. Bisa jadi karena point 1 tadi SEKS atau point ke 2 yaitu Si Wanita sudah termakan janji sekaligus rencana-rencana indahnya.

Percayalah, Pria seperti ini adalah dia yang merendahkanmu, dia yang tidak menghargai keberadaanmu. Semarah apa pun, sekesal apa pun, berkata kasar apa lagi sampai bertindak kasar terhadapmu. Itu adalah suatu perlakuan yang sangat buruk yang dilakukan oleh seorang lelaki.

Tipikal pria seperti ini juga cenderung meremehkan teman-temannya. Merasa pintar dan tidak peduli dengan lingkungan. Hidupnya hanya untuk dirinya sendiri. Tipikal orang seperti ini ogah mendengarkan cerita orang lain. Hanya ceritanya saja yang harus didengar. Hanya kepentingannya saja yang harus dipenuhi. Hanya nafsunya saja yang mesti dituruti. Bagi dirinya, orang lain hanyalah sapi bego yang hanya dimanfaatkan ketika Ia butuh gizi. Bulshit tentang semua kisah orang, kepentingan orang, kebutuhan orang. Padahal sisi lain Ia juga bergantung pada orang yang Ia remehkan. Bahkan rasa percaya dirinya membuatnya tidak menyadari bahwa orang lain pun menganggapnya bodoh dan sok tau, hanya saja orang-orang disekitarnya lebih pintar menghargai pola pikirnya yang kalut di kemas ego bodoh itu.

Jika hal-hal seperti itu masih bisa ditepis oleh kata cinta dan sayang. Percayalah, Semua guru pasti mencintai muridnya, tapi tidak semua guru matematika adalah pengajar ilmu hitung yang tepat untuk semua siswa di kelasnya. Ada beberapa siswa yang mungkin lebih cocok diajari ilmu hitung  oleh Guru Sejarah yang mahir berhitung.

Sikap baikmu, kasih sayangmu, perhatianmu adalah materi terbaik yang Ia dapatkan selama ini. Kamu tidak usah repot-repot untuk mengajarinya. Kasih kesempatan orang lain untuk memberikan dia materi kehidupan yang baru, biarkan mata hatinya terbuka hingga Ia sadar. Lambat laun Dia akan mengerti. Betapa berharganya kamu. Betapa cerdas dan tangguhnya dirimu. Namun saat itu kamu sudah menjadi orang yang berbeda, lebih unggul dan bijaksana.

Sampai sini kamu sudah menerima dan sepakat. Maka, Sudahi hubunganmu, putuskan kisah buruk ini secepat mungkin, buka mata hati dan berpikirlah dengan cerdas, lalu lihatlah orang-orang sekelilingmu. Ada banyak orang yang lebih menghargai proses, mencintai proses dan lebih senang bercerita, berkeluh kesah tentang proses,  sehingga jalan ceritanya pun dibuat senyaman mungkin, sedewasa mungkin dengan melibatkanmu berfikir bersama menemukan solusi membangun masa depan yang baik, bukan sebaliknya. Jika menemukan orang seperti ini, pertahankanlah, perjuangkanlah. Tetapi jika masih belum menemukan, bukan berarti Kamu juga harus bertahan. Cobalah untuk mandiri tanpa bergantung dengan perasaan-perasaan yang lunak itu. Pilihan menjadi wanita karir, mandiri dan pekerja keras bukanlah sebuah pilihan yang buruk untuk kamu coba.